Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

MAKNA MENCINTAI



“… Ketika melihat pasukan musuh mulai berdatangan dari segala penjuru kearah Rasulullah, Mushab Bin Ummair langsung turun dari atas bukit dengan menggenggam bendera di tangan kanannya dan sebilah pedang ditangan kirinya menerjang musuh dengan gagah berani, membuat agar perhatian musuh tertuju padanya dan melupakan Rasulullah. Ayunan pedang dengan teriakan takbir oleh Mushab Bin Ummair, layaknya singa yang sedang Menerkam mangsa, menggetarkan setiap orang yang menyaksikan, tak kenal rasa takut, tak kenal rasa letih, semua rasa itu dia lupakan demi melindungi apa yang dicintainya.
Namun musuh yang dihadapi ternyata lebih banyak, Mushab bin Ummair ternyata tidak mampu melawan semua. Datanglah kepada beliau seorang musuh berkuda bernama Ibnu Qumaiah, lalu menebas tangan kanan Mushab Bin Ummair, hingga bendera yang digenggamannya terjatuh.
Melihat bendera tersebut terjatuh, Mushab Bin Ummair langsung memungutnya dengan tangan kirinya. Lalu kemudian, tangan kirinya ditebas lagi hingga terputus dan bendera berlafadzkan kalimat Tauhid itu terjatuh kembali. Melihat bendera tersebut terjatuh, beliau memungut kembali, bersusah payah dengan sisa-sisa lengannya, akhirnya beliau peluk dengan erat bendera itu, agar tidak terjatuh lagi. Melihat Mushab Bin Ummair tidak berdaya, akhirnya musuh pun menyudahi penderitaan Mushab dengan menusukkan 3 tombak kearah punggung hingga tembus kedada beliau, dan akhirnya membuat beliau Syahid…”
Bayangkan, rasa sakitnya tangan yang ditebas oleh pedang hingga terputus, bagi Mushab Bin Ummair ternyata jauh lebih sakit melihat bendera berlafadzkan “Laa illaa ha illallah, Muhammadarasulullah” itu terjatuh. 
Seperti itulah hakekat cinta, jika cinta sudah merasuk kedalam hati, maka tiada kata selain melindungi apa yang dicintai, walau nyawa sebagai taruhannya. Tak peduli seberapa besar rasa sakit yang diterima, tak peduli seberapa luka yang dirasa, semua akan dipertaruhkan demi apa yg dicintai. Rasa sakit baru akan terasakan, jika yang dicintai pergi meninggalkan.
Maka cintailah Allah Semata, yang Pastinya akan selalu ada dan takkan pergi Meninggalkan, selama kita tetap setia kepada-Nya dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, serta mencintai sesuatu dan membenci sesuatu karna Allah, agar senantiasa kita dapat terus menjaga cinta kita untuk-Nya selamanya.
Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. At-Tirmidzi)
Rasulullah Bersabda :
Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
 Allah SWT berfirman:
Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imraan: 31)


http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2013/10/21/27240/makna-mencintai/

Jika Orang Tua Menginginkan Anak Penghafal Al Qur’an


إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya..”
(QS. Al Hijr : 9)

Sudah merupakan janji Allah, bahwa Al Qur'an akan dipelihara Allah, diantaranya, di dada orang-orang muslim. Begitu banyak bukti, begitu banyak kisah tentang para penghafal Al Qur'an dari mulai zaman Rasulullah hingga kini. Dari berbagai macam warna kulit, ras, dan bangsa, semuanya ada yang menjadi penghafal Al Qur'an.

Begitu pun saat ini, di mana menghafal Al Qur'an menjadi trend. Banyak orang mau menghafal Al Qur’an. Banyak pula para orang tua yang berlomba-lomba memasukkan anaknya di sekolah-sekolah penghafal Al Qur'an. Tapi tidak sedikit juga orang yang mengatakan, “Apakah aku bisa menghafal Al Qur'an? Apakah aku bisa membuat anak-anakku menjadi penghafal Al Qur'an?” Kalau semua orang berazzam mau menghafal Al qur'an, pertanyaannya apakah semua orang mau menjalani prosesnya, proses sebagai orang tua bagi anak-anak penghafal Al Qur'an.

“Semua itu ada prosesnya, dan proses bagi orang tua yang anaknya penghafal Al Qur'an itu prosesnya luar biasa. Allah tidak akan memberi pahala yang besar kecuali liku-likunya juga luar biasa”, tutur Dr. Sarmini, pendiri Pesantren Utrujah, dalam sharing bersamanya di TK Islam Terpadu Al'Ibrah (28/3).

Bagaimana liku-likunya orang menjadi syahid tidak serta merta tanpa bantuan Allah pula. Seperti sahabat Khalid bin Walid yang mengharap syahid tapi meninggal di tempat tidur walau insya Allah mendapat pahalanya. Allah sudah menjanjikan 70 syafaat yang diberikan untuk keluarganya bagi mereka yang mati syahid. Sedangkan, bagi mereka yang penghafal Al Qura'an 40 syafaat.

Jika para orang tua memasrahkan begitu saja anak-anak mereka pada sekolah tanpa mendampinginya di rumah dengan menjaga muroja'ah dan mengkondisikan lingkungan anak dengan Al Qur'an serta bagaimana visi misi keluarga tersebut, tentu sangat bertentangan. Apakah mau jika hanya sekolah yang mendapat pahala. Hal ini dapat dilakukan dengan mengaitkan segala aktivitas dengan Al Qur'an. Sebagai contoh, anak-anak diajak untuk melihat wisudawan-wisudawati yang ada di Gaza agar mereka tahu bahwa yang mereka lakukan juga dilakukan oleh banyak anak di berbagai belahan dunia.

Kita punya tujuan lebih jauh yaitu menjayakan Al Qur'an. Jaya di atas generasi anak-anak kita. Jika generasi kita tidak layak, tidak loyal, maka Allah akan menggantikan dengan umat yang lebih loyal, lebih baik. “Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi. Kita ingin memantaskan di hadapan Allah, ‘Ya Allah, ini anakku siap’. Tentu kita harus memadankan, melayakkan, memantaskan di hadapan Allah”, imbuh beliau. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan keluarga-keluarga Qur'ani.

Bagaimana kita membangun kampung kita agar seperti yang ada di Gaza, kampung 0% buta huruf Al Qur'an. Ini harus menjadi agenda utama kita daripada 0% buta huruf bahasa Indonesia. Barangsiapa yang berkonsentrasi dan disibukkan oleh urusan Allah tanpa meminta urusan dunia, Allah akan memberikan urusan dunia itu tanpa diminta. Barangsiapa yang hanya mengurusi dunia, akan disulitkan. Contohnya, sholat Dhuha. Sering kali kita lupa bahwa yang menjadikan lancar bukan shalatnya tetapi Allah. Begitu pula dengan menghafal Al Qur'an, harus jelas kita sampaikan kepada anak-anak, mengapa harus menghafal Al Qur'an agar mereka bangga menghafal Al Qur'an. Kita harus mau membayar harganya. Jika anak berhasil sekian juz apa kita mau mendampinginya di rumah karena menjadi keluarga penghafal Al Qur'an luar biasa tantangannya tapi luar biasa berkahnya, banyak indahnya. Betapa waktu sangat berkah karena tidak sempat melakukan hal yang remeh temeh tidak ada gunanya.

Saat Dr. Sumarni bertanya ke salah seorang anak yang menghafal Al Qur'an apa ada kesulitan memahami pelajaran lain, ternyata tidak. Bahkan justru itu yang membuat anak konsentrasi, stabil, dan beradab. Anak lebih mudah diberi tahu. Dengan menghafal Al Qur'an, luar biasa kestabilan emosi anak. Beberapa anak yang masih terpaksa tidak perlu dipaksa. Biarlah berjalan alami saja karena biasanya jika sudah menambah hafalan, mereka akan merasa cinta dengan sendirinya. Anak dengan mental seperti itu sangat mudah untuk diberi pengertian.

Bukan hanya tentang metode yang menyenangkan yang mana yang kita pilihkaan untuk anak-anak, akan tetapi lebih pada bagaimana menanamkan ke mereka bahwa menghafal Al Qur'an itu yang mereka perlukan dalam hidup mereka. Mengapa hal ini dilakukan, tidak lain agar anak memiliki kemandirian, rasa ingin menghafal dan itu yang harus dicanangkan. Jadi, jika para orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi luar biasa sebagai penghafal Al Qur'an, mereka harus mau menjalani proses yang luar biasa pula. [Gresia Divi]

Laskar Pelangi


KISAH SEORANG ANAK TUNANETRA YANG HAFAL QURAN, NAMUN IA TIDAK MENGINGINKAN UNTUK DAPAT MELIHAT (Kisah Mengharukan)


KISAH SEORANG ANAK TUNANETRA YANG HAFAL QURAN, NAMUN IA TIDAK MENGINGINKAN UNTUK DAPAT MELIHAT (Kisah Mengharukan)




SYAIKH FAHD AL KANDERI mewancarai anak istimewa ini yang bernama MUADZ. Seorang anak laki-laki TUNANETRA penghafal Al-Quran dari Mesir yang berusia 11 tahun. Dalam wawancara itu beliau FAHD AL KANDERI menanyakannya perihal bagaimana ia belajar Al-Quran dan kebutaannya. Semangatnya untuk menghafal ayat-ayat Allah yang mulia membuat langkah kakinya ringan untuk pergi ke tempat gurunya.

"Saya yang datang ke tempat syaikh," katanya.
"Berapa kali dalam sepekan?" Tanya beliau.
"Tiga hari dalam sepekan," jawabnya.

Jawaban anak ini kian membuat terkejut ketika anak ini memberitahu beliau SYaikh FAHD AL KANDERI bahwa Syaikh yang mengajarinya Al-Quran hanya mengajarinya satu ayat per hari.

"Pada awalnya hanya satu hari dalam sepekan. Lalu saya mendesak beliau dengan sangat agar ditambah harinya, sehingga menjadi dua hari dalam sepekan. Syaikh saya sangat ketat dalam mengajar. Beliau hanya mengajarkan satu ayat saja setiap hari," ujarnya.

"Satu ayat saja?" respon beliau terkejut, takjub dengan semangat baja anak ini.

Dalam tiga hari itu ia khususkan untuk belajar ayat-ayat suci Al-Quran, hingga ia tidak bermain dengan kawan-kawan sebayanya. Yang lebih mengagumkan adalah pernyataannya tentang kebutaannya. Ia tidak berdoa kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatannya, namun rahmat Allah lah yang ia harapkan.

"Dalam shalatku, aku tidak meminta kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatanku," katanya.

Mendengar jawaban anak ini Syaikh Fahd Al Kanderi semakin terkejut.

"Engkau tidak ingin Allah mengembalikan penglihatanmu? Kenapa?" tanya beliau heran.

Dengan wajah meyakinkan, anak itu memaparkan alasannya. Bukan ia tak yakin pada Allah, bukan. Namun ia menginginkan yang lebih indah dari penglihatan.

"Semoga menjadi keselamatan bagiku pada HARI PEMBALASAN (kiamat), sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut. Allah akan menanyakan nikmat penglihatan, apa yang telah engkau lakukan dengan penglihatanmu? Saya tidak malu dengan cacat yang saya alami. Saya hanya berdoa semoga Allah meringankan perhitungan-Nya untuk saya pada hari kiamat kelak," papar MUADZ dengan tegas.

Mendengar kalimat mulia anak ini, semua diam. Syaikh nampak berkaca-kaca dan air matanya menetes. Para pemirsa di stasiun TV serta kru TV tersebut juga tak tahan menitikkan air mata. Pada saat ini, saya teringat banyak kaum muslimin yang mampu melihat namun bermalas-malasan dalam menghafal kitab Allah, Al-Quran. Ya Allah, bagaimana alasan mereka besok (di hadapan-Mu)?" kata Syaikh Fahd AL Kanderi.

"Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan," kata MUADZ penghafal Quran muda ini.

Subhanallah, indahnya dunia tak membuatnya lupa akan Rabbnya dan hari pembalasan. Ia juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dari kaidah Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah (Rahimahullah). "Kaidah imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang berbunyi 'Allah tidak menutup atas hamba-Nya satu pintu dengan hikmah, kecuali Allah akan membukakan baginya dua pintu dengan rahmat-Nya,'" katanya.

Kehilangan penglihatan sejak kecil, tidak membuat ia mengeluh kepada Sang Pencipta. Ia tak iri pada orang lain apalagi kufur nikmat. Ikhlash menerima takdirNya.

"Alhamdulillah, saya tidak iri kepada kawan-kawan meski sejak kecil saya sudah tidak bisa melihat. Ini semua adalah qadha' dan qadar Allah," katanya.

"Kita berdoa kepada Allah semoga menjadikan kita sebagai penghuni surga Al-Firdaus yang tertinggi," kata MUADZ

Matanya yang buta, tak membuat hatinya buta dalam mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Subhanallah.

Dalam sebuah hadits Qudsi Nabi (shallallahu 'alaihi wa salam) bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَالَ: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الجَنَّةَ

Allah berfirman, "Jika Aku menguji hamba-Ku dengan menghilangkan penglihatan kedua matanya lalu ia bersabar, niscaya Aku akan menggantikan penglihatan kedua matanya dengan surga." (HR. Bukhari no. 5653, Tirmidzi no. 2932, Ahmad no. 7597, Ad-Darimi no. 2795 dan Ibnu Hibban no. 2932). —

wallahu'alam
semoga bermanfa'at bagi para penghafal qur'an.

-TTD FM UTCH _

mukjizat Rasulullah Suara Beliau

Dahsyatnya Suara Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum wr. wb

Rasulullah SAW memang memiliki banyak mukjizat. Hampir semua mukjizat para Nabi berada pada diri Rasulullah SAW. Salah satu mukjizat Rasul adalah memiliki suara yang cukup dahsyat, bahkan suara Rasulullah SAW bisa di dengar dari jarak yang jauh sekali.
Pengeras suara juga tidak ada, namun kok bisa didengar oleh banyak manusia dari jarak yang cukup jauh suara Beliau itu, sungguh mukjizat yang tiada tara.


Kisahnya

Banyak di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW yang seringkali ditunjukkan kepada para sahabat. Salah satunya adalah mukjizat Rasulullah SAW yang memiliki suara yang merdu sekali, sehingga nyaman dan indah didengar oleh telinga.

Seperti halnya penuturan Anas ra dalam sebuah riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda,
"Bahwa Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan bermuka tampan dan bersuara merdu. Sedangkan Nabimu adalah yang terbagus raut mukanya dan merdu suaranya,"
(HR. At-Tirmidzi).

Suara Rasulullah SAW ternyata tidak hanya merdu saja, namun juga memiliki kekuatan suara yang cukup dahsyat sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara beliau.

Banyak Riwayat yang Mengisahkan

Istri Beliau, Rasulullah SAW yang bernama Aisyah, pernah menceritakan bahwa pada suatu ketika, tepatnya pada hari Jumat, Rasulullah SAW sedang duduk di atas mimbar di masjid. Ketika itu Rasulullah SAW bersabda kepada para manusia,
"Duduklah kalian."

Sabda Rasulullah yang demikian itu ternyata tidak hanya didengar oleh orang-orang yang berada di masjid itu saja, akan tetapi didengar pula oleh Abdullah bin Rawahah yang pada saat itu sedang berada di wilayah Bani Graham. Saat itu Abdullah bin Rawahah pun langsung duduk di tempat yang jaraknya cukup jauh dari masjid itu. Padahal saat itu belum ada pengeras suara seperti saat ini.

Dalam riwayat lainnya, Abdurrahman bin Mu'adz yang juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang menceramahi para sahabat-sahabatnya di Mina.

Rasulullah SAW bersabda,
"Bawalah kerikil untuk melempar."

Demikian ucap Rasulullah SAW ketika membimbing para sahabat untuk beribadah.
Sementara itu Abdurrahman sendiri ketika itu berada jauh dari Rasulullah SAW, namun ia bisa mendengar suara beliau ketika mengajari para sahabat tentang tata cara beribadah.

Tidak hanya itu, pada suatu ketika, Bara' bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berceramah kepadanya dan para sahabat di sekelilingnya. Namun suara Rasulullah SAW ketika itu ternyata mampu didengar oleh para muslimah yang berada dalam kamar pingitan mereka.

Suara Dapat Didengar dari Jarak Cukup Jauh

Pengalaman lainnya juga diungkapkan oleh Ummu Hani. Ia menuturkan bahwa pada suatu malam ketika dirinya sedang membaringkan punggung di rumahnya. Suasana ketika itu cukup sepi, namun tiba-tiba ia mendengar suara Rasulullah SAW. Ummu Hani merasa heran, dari itu ia mencoba mencari-cari Rasulullah SAW di rumahnya. Namun ternyata Rasulullah SAW tidak ada di rumahnya saat itu.

Pada saat yang bersamaan, ternyata Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di sisi Ka'bah. Sedangkan rumah Ummu Hani dan Ka'bah memiliki jarak yang cukup jauh sekali.

Ummu Hani menceritakan apa yang disabdakan Nabi adalah sebagai berikut.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai orang-orang yang beriman, dengan lidahnya dan tak memurnikan keimanan dari hatinya, janganlah kalian memfitnah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari cacatnya. Dan barangsiapa yang cacatnya dicari-cari oleh Allah SWT, maka Dia akan membuka kejelekan di tengah rumahnya."

Subhanallah...
Ucapan Rasulullah SAW tersebut mampu menembus dinding pembatas rumah-rumah para penduduk ketika itu. Sehingga banyak muslimah yang berada di dalam kamarnya juga mampu mendengar apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tersebut, termasuk Ummu Hani. Padahal jarak mereka dengan Rasulullah SAW cukup jauh dan tidak ada pengeras suara.

Subhanallah....

Menolong Anak Kucing Bisa Mengampuni Dosa

Assalamu'alaikum wr. wb.


Inilah rahasia dari Imam As-Syibli yang memiliki nama Syeikh Abu Bakr ibn Dulaf ibn Jahdar. Ia dikenal sebagai ulama sufi yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dan berguru kepada banyak ulama di zamannya. Dengan ketaatan yang tinggi dalam hal ibadah, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa seseorang bisa diampuni dosanya, seperti kisah Imam As-Syibli, kebaikan yang remeh pun bisa menjadi penolongnya.

Kisahnya

SENI DALAM DAKWAH

Kemampuan untuk menguasai orang lain adalah suatu keperluan yang dapat melengkapkan keperibadian pendukung dakwah dan salah satu keperluan di jalan dakwah supaya dakwah mampu terus berjalan, memiliki keupayaan dan menyibukkan pendukung dakwah dengan urusan dakwah. Jalan dakwah sebenarnya adalah panjang sedangkan dakwah yang menyebabkan manusia lari daripadanya dan tidak berdaya untuk menguasai dan mengawal mereka pasti tidak akan tercapai kejayaan seperti yang diidamkan. Bagaimana dakwah akan berjaya sedangkan dakwah yang disampaikan ditolak dan dibenci mereka?
Seni menguasai dan mengawal orang bermaksud kemampuan pendukung dakwah yang dikenali sebagai da’i untuk menarik orang dan memasukkan mereka ke dalam bahtera dakwah. Da’i yang berjaya ialah yang berjaya menyampaikan dakwah dan fikrahnya kepada sasaran serta meresapi dan mengesani ke dalam lubuk hati dan minda mereka daripada pelbagai golongan dan kedudukan masyarakat.
Pendukung dakwah yang tidak dihiasi dirinya dengan kemampuan mengawal orang pada tahap paling minima sudah pasti bukan sahaja tidak berdaya untuk menarik manusia kepada dakwahnya, bahkan kadang-kadang mendatangkan keburukan kepada dakwah dan menjadi sebab dakwah menanggung kesukaran. Sedangkan tujuan utama dakwah menguasai orang adalah supaya manusia tidak memusuhi dakwah dan tidak menjadi batu penghalang kepada dakwah.

Detik detik kematian mustafa Kamal Attaturk (penghancur daulah khilafah Turki)

Berikut penuturan syekh Dr.Abdullah ‘Azzam dalam buku yakni ‘Al Manaratul Mafqudah’ (Majalah al Jihad, Pakistan, 1987) detik detik tmenjelang ajal sang hina mustafa kamal attaturk

Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatitis) disebabkan alkohol yang terkandung dalam khamr. Cairan berkumpul di per
utnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO), akibat amat sering berbuat maksiat.
Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil.
Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.”

Penjelasan Tentang Makna Thiyarah dan Tathayyur Serta Perbedaan Antara Keduanya

Penjelasan Tentang Makna Thiyarah dan Tathayyur Serta Perbedaan Antara Keduanya

Menurut ahli bahasa, sejarah dan tarikh, asal kata tathayyur diambil dari kebiasaan orang jahiliah menghardik burung dan melihat arah terbangnya kearah kanan atau kiri [1]. Dari sini mereka mengambil kata tathayyur….
Demikian dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah dalam at-Tahmid (9/282)
Tathayyur dan thiyarah, kedua kata tersebut disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wassallam dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallhu anhu:
“Tathayyur itu syirik, tathayyur itu syirik -tiga kali-, dan tidak ada di antara kita melainkan (pernah terbesit dalam hatinya sesuatu dari tathayyur) [2]. Akan tetapi Allah subhanahu wa ta ‘ala menghilangkannya denhan tawakkal.”
Sedangkan lafadz tathayyur  di antaranya terdapat dalam hadts ibnu Abbas radhiyallahu anhu tentang 70.000 orang dari umat rasulullah shallallhu alaihi wassallam yang masuk jannah (surga) tanpa hisab dan tanpa azab. rasulullah shallallahu alaihi wassallam bersabda tentang sifat mereka:
“Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak meminta untuk di-kay, tidak pula bertathayyur dan hanya kepada Allah -lah mereka bertawakal.” [3]
Al-Qarafi rahimahullah membedakan makna kedua lafadz tersebut. Beliau rahimahullah berkata: “Tathayyur adalah persangkaan jelek yang muncul dalam hati. sedangkan thiyarah adalah perbuatan yang dilakukan sebagai sebagai akibat dari persangkaan itu, yaitu larinya dia dari urusan yang akan dilakukan atau perbuatan yang lain.” (Al-Furuq 4/238)
Misalnya ada seorang yang akan melakukan safar. ketika ia hendak berangkat ia melihat burung gagak bertengger di sebuah pohon sambil bersuara. Muncullah ketika itu rasa takut dan khawatir dalam hatinya, jangan-jangan kesialan akan menimpa dalam perjalanan  yang hendak ia lakukan. Menurut Al_quran perasaan takut dalam hati inilah yang disebut tathayyur. seandainya dia kemudian mengurungkan niatnya untuk safar dan kembali ke rumahnya karena rasa takut itu, perbuatan membatalkan perjalanan sebagai akibat dari prasangka buruknya disebut thiyarah.
Footnote
[1] Jika ia terbang ke arah kanan berarti pertanda kebaikan, namun jika ia terbang ke arah kiri artinya pertanda kesialan
[2] Kalimat dalam tanda kurung adalah kalimat yang sengaja tidak dilafadzkan karena tidak disukai. lihat Aunul Ma’bud (10/406)
[3]  HR. Bukhari no. 5705 dan Muslim no. 220 dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhumma

Tathoyyur definisi

Sinopsis..!! Syetan senantiasa menggoda manusia dan berusaha menjerumuskan mereka ke jalan yang sesat, dan target utama syetan adalah menjadikan manusia kafir kepada Allah subhanahu Wata'ala, yaitu dengan ucapan-ucapan, perbuatan, keyakinan, syirik yang dapat mengkafirkan. Adapun salah satu upaya syetan dalam menyesatkan manusia adalah dengan keyakinan Tathayyur, yaitu merasa sial karena hal-hal tertentu, nah sejauh manakah kesesatan dari keyakinan ini, mari kita simak pembahasan selengkapnya..!!

Metode Mengajar Hafalan dan Nilai-Nilai Al-Qur’an Kepada Anak Sejak Dini


Metode Mengajar Hafalan dan Nilai-Nilai Al-Qur’an Kepada Anak Sejak Dini

Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Al-Qur’an & pengaruhnya yang nyata dlm diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin utk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saran yang diberikan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Dlm hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash,
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an & mengajarkannya. ” (HR. Bukhari).

Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (1)

Mengenal dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah sangatlah agung, penuh dengan kebaikan dan keutamaan, serta mengandung beraneka ragam buah dan manfaatnya.
Keutamaan dan keagungan perihal mendalami ilmu Al-Asma` Al-Husna akan lebih jelas dengan memperhatikan beberapa keterangan berikut.

Keutamaan Menghafal Al-Qur`an





Thursday, 13 May 2010 16:4
Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)
Berikut adalah Keutamaan menghafal Qur'an yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

KEUTAMAAN DI DUNIA

Belajar Renang dan Memanah


1. Teks hadis: Allimu auladakum al-shibahah wa al-rimayah.
2. Terjemahan: Ajarilah anak-anakmu pandai berenang dan memanah.
3. Status hadits: Hadits marfu’ dhaif, hadits mauquf hasan.
4. Penjelasan hadits: Apabila atsar (ucapan Umar ibn Khattab) di atas difahami secara hakiki, maka memberi petunjuk kepada kita agar mengajari anak-anak lihai dalam berenang dan memanah. Oleh sebab itu kita pernah membaca pihak pemerintah menghadiahi lembaga pesantren dua fasilitas olah raga tersebut, yakni olah raga renang dan olah raga memanah. Tentu secara substansi agar dengan kedua olah raga itu membuat para santri

Umar bin Abdul Aziz Peristiwa-peristiwa Menakjubkan Dalam Hidupnya


Lembaran hidup khalifah yang ahli ibadah, zuhud, dan khalifah rasyidin yang kelima ini lebih harum dari aroma misk dan lebih asri dari taman bunga yang indah. Kisah hidup yang mengagumkan laksana taman yang harum semerbak, di manapun Anda singgah di dalamnya yang ada hanyalah suasana yang sejuk di hati, bunga-bunga yang elok dipandang mata dan buah-buahan yang lezat rasanya.

Meski kami tak sanggup memaparkan seluruh perjalanan hidup beliau yang tercatat dalam sejarah, namun tidak menghalangi kami untuk memetik setangkai bunga di dalam tamannya, atau mengambil sebagian cahayanya sebagai lentera. Karena “ma laa yudraku kullahu laa yutraku ba’dhuhu”, apa yang tidak bisa diambil seluruhnya

KISAH ANAK KECIL YANG TAKUT AKAN NERAKA

Dalam Sebuah Riwayat Menyatakan Bahwa Ada Seorang Lelaki Tua Sedang Berjalan-Jalan Di Tepi Sungai,Ketika Dia Sedang Berjalan-Jalan Dia Merlihat Seorang Anak Kecil Sedang Mengambil Wudhu Sambil Menangis.
Ketika Orang Tua Itu Melihat Anak Kecil Tadi Menangis,Dia Pun Berkata: "Wahai Anak Kecil Kenapa Kamu Menangis..?" Maka Berkata Anak Kecil Itu,"Wahai Kakek Saya Telah Membaca Ayat Al Qur'an Sehingga Sampai Kepada Ayat Yang Berbunyi "Yaa Ayyuhal Ladziina Aamanuu Quu Anfusakum" Yang Bermaksud "Wahai Orang-Orang Yang Beriman,Jagalah Olehmu Sekalian Akan Dirimu" Saya Menangis Sebab Saya Takut Akan Dimasukkan Kedalam Api Neraka.
Lalu Si Kakek Itu Berkata: "Wahai Anak,Janganlah Kamu Takut,Sesungguhnya Kamu Terpelihara Dan Kamu Tidak Akan Dimasukkan Kedalam Api Neraka"
Kemudian Anak Kecil Itu Berkata Lagi: "Wahai Kakek,Kakek Adalah Orang Yang Berakal,Tidakkah Kakek Lihat Kalau Orang Menyalakan Api Maka Yang Pertama Sekali Yang Mereka Akan Letakan Ialah Ranting-Ranting Kayu Yang Kecil Dahulu Kemudian Baru Mereka Letakan Yang Besar,Jadi Tentulah Saya Yang Kecil Ini Akan Dibakar Dahulu Sebelum Dibakar Orang Dewasa"
Si Kakek Pun Berkata Lagi Sambil Menangis "Sesungguhnya Anak Kecil Ini Lebih Takut Kepada Neraka Daripada Orang Yang Dewasa Maka Bagaimanakah Keadaan Kami Nanti..?"
gpi-vampire.png

Asal Mula Iblis bisa Masuk ke Tubuh Manusia



Diduga, riwayat berikut ini berasal dari Tirmidzi. Setelah Nabi Adam dan Hawa berkumpul kembali dan taubat mereka diterima oleh Allah SWT, Iblis masih saja menggoda keduanya.

Godaan Iblis ini ditujukan kepada Ibu Hawa, hingga akhirnya Iblis atau setan bisa masuk ke tubuh manusia karena seorang anak Iblis dimakan oleh Nabi Adan dan Ibu Hawa 

Berikut Kisahnya.

DEVINISI ALQUR'AN



PENGERTIAN AL-QUR'AN
القرآن كلام الله المنزل على محمد صلى الله عليه وسلم للاعجاز بسورة منه والبيان العقائد والاحكام وغيرهما


AL-QUR'AN adalah: firman
ALLAH SWT yang diturunkan kepada NABI MUHAMMAD SAW untuk mengalahkan musuh dengan satu surah darinya,dan menerangkan 'aqidah 'aqidah dan hukum hukum dll.

sebagian melengkapi dengan menyebutkan AL-QUR'AN adalah firman ALLAH SWT yang diturunkan kepada NABI MUHAMMAD SAW melalui malaikat jibril yang mempnyai gelar ruhul qudus yang diturunkan secara berangsur angsur untuk mengalahkan musuh dengan satu surah darinya yang menerangkan 'aqidah 'aqidah dan hukum hukum

Afwan, Saya Boleh Kenalan Ukhti??


Katanya kalau mau disebut gaul, area pergaulan kita otomatis kudu luas. 1001 cara bisa kita lakukan buat mendapatkan teman. Dan, satu orang dengan yang lain, biasanya pada nggak sama.

Salah satu fenomena anak muda yang menarik sekarang ini untuk mendapatkan kawan, adalah dengan cara SKSD alias sok kenal sok dekat. Cara ini katanya dinilai ampuh plus teruji buat ngangkat citra diri pelakunya. Mereka biasanya adalah orang yang kudu punya PD level akut. Dan tanggapan dari orang sekitarpun yang bermunculan, ada yang positif, tapi nggak sedikit juga yang menganggap sebaliknya

tafsiir-tafsir ayat pendidikan


http://rerimbun.blog.com/files/2010/05/untitled-300x50.jpg
KEWAJIBAN BELAJAR MENGAJAR
1. Surah al-Ankabut: 19-20
أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (19) قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ
فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآَخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20)
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali)”.
“Sesungguhnya.yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. 29: 99) Katakanlah