TUJUAN DAKWAH

Tujuan Dakwah


Dalam teologri Islam, tujuan Dakwah adalah untuk menjemput orang, yang Islam dan bukan Islam, untuk memahami penyembahan Tuhan seperti disebutkan dalam al-Quran, dan juga untuk memberitahu mereka berkaitan Muhammad.[2] Seperti diarahkan ke yang bukan Islam, ia terdiri dari menjelaskan Islam melalui tindakan, perbincangan dan dialog.

Uslub Dakwah

Uslub dakwah bermaksud ilmu tentang cara berdakwah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dakwah dalam menarik golongan yang diseru kepada ajaran Islam

Kisah kekejaman pasukan Syi'ah Nushairiyah terhadap Aisyah di pabrik gula Suriah

Cerita ini dipaparkan dari seorang gadis Sunni (Ahlu Sunnah wal Jama'ah) bernama Aisyah di Rumah Sakit di Turki, Istanbul. Dilengkapi keterangan dari salah seorang saksi hidup yang selamat.
Tanggal: 15 – 28 Juni 2011

Lokasi: Pabrik Gula Jisr Al-Shughour, Suriah Utara, kota Sunni, 20km dari Turki, perbatasan Syria.

SENI DALAM DAKWAH

Kemampuan untuk menguasai orang lain adalah suatu keperluan yang dapat melengkapkan keperibadian pendukung dakwah dan salah satu keperluan di jalan dakwah supaya dakwah mampu terus berjalan, memiliki keupayaan dan menyibukkan pendukung dakwah dengan urusan dakwah. Jalan dakwah sebenarnya adalah panjang sedangkan dakwah yang menyebabkan manusia lari daripadanya dan tidak berdaya untuk menguasai dan mengawal mereka pasti tidak akan tercapai kejayaan seperti yang diidamkan. Bagaimana dakwah akan berjaya sedangkan dakwah yang disampaikan ditolak dan dibenci mereka?
Seni menguasai dan mengawal orang bermaksud kemampuan pendukung dakwah yang dikenali sebagai da’i untuk menarik orang dan memasukkan mereka ke dalam bahtera dakwah. Da’i yang berjaya ialah yang berjaya menyampaikan dakwah dan fikrahnya kepada sasaran serta meresapi dan mengesani ke dalam lubuk hati dan minda mereka daripada pelbagai golongan dan kedudukan masyarakat.
Pendukung dakwah yang tidak dihiasi dirinya dengan kemampuan mengawal orang pada tahap paling minima sudah pasti bukan sahaja tidak berdaya untuk menarik manusia kepada dakwahnya, bahkan kadang-kadang mendatangkan keburukan kepada dakwah dan menjadi sebab dakwah menanggung kesukaran. Sedangkan tujuan utama dakwah menguasai orang adalah supaya manusia tidak memusuhi dakwah dan tidak menjadi batu penghalang kepada dakwah.

Detik detik kematian mustafa Kamal Attaturk (penghancur daulah khilafah Turki)

Berikut penuturan syekh Dr.Abdullah ‘Azzam dalam buku yakni ‘Al Manaratul Mafqudah’ (Majalah al Jihad, Pakistan, 1987) detik detik tmenjelang ajal sang hina mustafa kamal attaturk

Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatitis) disebabkan alkohol yang terkandung dalam khamr. Cairan berkumpul di per
utnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO), akibat amat sering berbuat maksiat.
Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil.
Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.”

Agar Selalu BERSYUKUR



Abu Hurairah r.a. telah mendengar Nabi saw bersabda, "Ada tiga orang dari Bani Israil yaitu si Belang, si Botak dan si Buta ketika Allah akan menguji mereka, Allah mengutus Malaikat berupa manusia. Maka datanglah Malaikat itu kepada orang yang belang dan bertanya, "Apakah yang kau inginkan?" Jawabnya, "Kulit dan rupa yang bagus serta hilangnya penyakit yang mnyebabkan orang-orang jijik kepadaku." Maka diusaplah orang itu oleh Malaikat. Seketika itu juga hilanglah penyakitnya dan berganti rupa dan kulit yang bagus, kemudian ditanya lagi, "Kekayaan apakah yang engkau inginkan?"

4. Kemuliaan Al-Quran

Kemuliaan Al-Qur-aan itu, jika dibandingkan dengan segenap ucapan dan perkataan semua Makhluq. Sama dengan kemuliaan Zat yang bersifat Rahman dan Rohim. Seandainya boleh dibandingkan dengan semua Makhluq ciptaan-Nya. (Kitab Jami’ush-Shoghir Juz II Hal : 20)

Oleh karena itu, mendengar bacaan Al-Qur-aan adalah lebih mulia dan lebih utama daripada membaca Koran atau membaca Buku-buku serta mendengar perkataan manusia yang banyak cakap. Perhatikan ayat :

Kisah Nabi Sulaiman dan Semut Merah




Kisah ini akan menyajikan suatu cerita pada zaman Nabi Sulaiman yang kaya raya dan dianugerahi kelebihan untuk berkomunikasi dengan semua binatang yang ada di dunia ini.
Salah satu kisah yang diceritakan dalam Al Qur'an adalah bahwa Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan semut.

Tentu kita ingat dengan doa dari Nabi Sulaiman yang meminta kepada Allah SWT untuk dianugerahi kerajaan besar, dan tak seorang pun manusia setelahnya yang akan memilikinya.
Dan doa ini dikabulkan oleh Allah SWT, dan sampai saat ini pun janji Allah untuk menepati permintaan Nabi Sulaiman telah terbukti. Bahkan Nabi kita, Rasulullah SAW juga telah menyadari akan doa Nabi Sulaiman ini dalam ayat Al Qur'an.

Kisah Tentang Malaikat penjaga lautan



Kisahnya 
Malaikat Allah SWT jumlahnya sangat banyak.
Selain 10 malaikat yang sudah diketahui, ternyata masih banyak malaikat lainnya yang memiliki tugas masing-masing.
Salah satunya adalah malaikat penjaga laut.

Di dalam kitab Irsyadul Ibad dijelaskan bahwa ada seorang Nasrani Paderi yang bertobat dari agamanya (Nasrani).
Orang Nasrani ini memilih masuk Islam.
Keislamannya diawali ketika ia diilhami tentang kebenaran ajaran Islam, sehingga membuatnya bimbang dan ingin berpindah menganut agama Islam.